Ekonomi Token, Tips mendidik anak Kreatif

ToKen EcOnomIeS VerSi Doc. << LeBIh BaGus..BiSa NgeDit
Seorang Guru atau pasangan suami istri, seringkali merasa kebingungan bagaimana harus mengontrol perilaku anak. Kadang kali guru dan orang tua merasa frustasi dengan tingkah laku anak. Mereka sungguh kebingungan bagaimana cara menghentikan perilaku negatif anak. Sering dijumpai reaksi guru atau orang tua yang muncul adalah membentak, menaikan tekanan suara, berteriak, bahkan melakukan kekerasan fisik pada anak misalnya mencubit, menampar, menarik rambut, memukul atau menekan bagian tubuh anak dengan kencang dan berbagai tindak keras lainnya. Tindak kekerasan ini baik secara fisik ataupun mental kini dikenal sebagai bullying. Dan di Indonesia tindakan ini sudah dipikirkan sebagai tindakan melanggar hukum.

Anak masih belajar mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Apabila kita hanya memberikan reaksi negatif saja pada anak maka banyak resiko dan dampak buruk yang yang akan muncul. Mulai self-concept, percaya diri, self-efficacy akan menjadi lemah, menjadi agresif ; berperilaku keras pada lingkungannya, mengalami hambatan yang serius dalam perkembangannya dan bisa jadi anak akan mengalami gangguan jiwa apabila terus menerus mengalami kekerasan mental maupun fisik.

Anak juga perlu dihargai, layaknya seperti kita merasa perlu dihargai atas pekerjaan atau perilaku baik yang kita lakukan (golden rules), kita sering berpikir kita ingin diperlakukan orang seperti kita memperlakukan orang dengan baik, begitu pula anak-anak juga ingin dihargai diberikan penguatan.

Pola didik guru dan orang tua di Indonesia menurut saya masih dibilang primitif karena sikap guru dan orang tua masih reaktif menanggapi perilaku anak dengan perilaku yang tanpa dipikirkan lebih jauh lagi. Apabila saat ini generasi Indonesia dibilang tidak kompetitif dengan negara lain ini juga karena pengaruh pola didik yang masih primitif, sehingga kualitas soft-skiil masih tertinggal karena sisi afektif anak tidak pernah diperhatikan dengan baik.

Tentu kita ingin menyelamatkan anak dan bangsa kita, dengan salah satu teknik Token Economies kita dapat mendidik dengan baik. Namun sebelumnya kita perlu tahu apa, dan bagaimana serta hal-hal yang perlu diketahui mengenai Token-Economies.

Definisi Token Economies

Token Economies merupakan suatu wujud modifikasi perilaku yang dirancang untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan dan pengurangan perilaku yang tidak diinginkan dengan pemakaian Tokens (tanda-tanda). Individu menerima token cepat setelah mempertunjukkan perilaku yang diinginkan. Token itu dikumpulkan dan yang dipertukarkan dengan suatu obyek atau kehormatan yang penuh arti.

Secara singkatnya Token Ekonomi merupakan sebuah system reinforcement untuk perilaku yang dikelola dan diubah, seseorang mesti dihadiahi/diberikan penguatan untuk meningkatkan atau mengurangi perilaku yang diinginkan.

Tujuan

Tujuan yang utama suatu Token Economies untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan dan perilaku pengurangan yang tidak diinginkan. Sering kali Token Economies digunakan di dalam pengaturan dalam sebuah lembaga (seperti rumah sakit jiwa atau fasilits rehabilitasi) untuk mengatur perilaku dari individu yang bisa tak dapat diramalkan atau agresif. Bagaimanapun, tujuan yang lebih utama dari Token Economies untuk mengajar perilaku yang sesuai dan ketrampilan-ketrampilan sosial yang dapat digunakan dalam satu lingkungan yang alami (wajar).

Pendidikan khusus (untuk anak-anak dengan pengembangan atau belajar cacat-cacat, hiperaktivitas, kurangnya perhatian, atau kekacauan-kekacauan tingkah laku), pendidikan regular/ umum, perguruan tinggi, berbagai jenis-jenis dari rumah-rumah kelompok, divisi-divisi militer, rawatan rumah, program panti rehabilitasi, pengaturan-pengaturan jabatan, keluarga (perkawinan atau berbagai kesulitan orangtua), dan rumah sakit dapat juga menggunakan Token Economies. Token Economies dapat digunakan secara individu atau di dalam kelompok-kelompok.

Uraian/Penjelasan

Beberapa unsur-unsur yang perlu diperhatikan di dalam Token Economies:

  1. Tokens: Semua hal yang dapat dihitung dan kelihatan dapat digunakan sebagai suatu token. Token diutamakan yang disukai, menarik, mudah untuk dibawa/dibagikan, dan juga sulit untuk dipalsu. Biasanya menggunakan materi termasuk chip poker, stiker-stiker, objek jumlah, kelereng atau uang permainan. Ketika perorangan tampilkan perilaku yang diinginkan, dia dengan segera diberi suatusejumlah tokens. token tidak memiliki nilai yang berarti. Namun token dikumpulkan dan kemudian dipertukarkan untuk suatu objek yang penuh arti, kehormatan-kehormatan atau aktivitas. Individu dapat juga kehilang token (kompensasi/denda) karena menunjukkan perilaku yang tidak diinginkan.
  2. Suatu target perilaku jelas dan nyata: Individu yang mengambil bagian di suatu Token Economies perlu untuk mengetahui persisnya apa yang mereka harus lakukan supaya menerima token Perilaku yang tidak diinginkan dan yang diinginkan dijelaskan sebelum waktu yang ditetapkan di dalam terminologi yang sederhana dan spesifik. Banyaknya token diberikan atau yang diambil untuk masing-masing perilaku tertentu juga ditetapkan dan dijelaskan sebelumnya.
  3. Motif-motif Penguat/Back-up Reinforcers: Motivasi penguat adalah object yang penuh arti, kehormatan-kehormatan, atau individu menerima aktivitas sebagai pertukaran dengan token yang mereka peroleh. Token dapat berupa mainan-mainan, waktu tambahan, atau tamasya/aktivitas diluar. kesuksesan dari suatu token economy bergantung pada pesona(tawaran menarik/kenikmatan) dari motif-motif penguat. Individu akan hanya termotivasi untuk mendapatkan token jika mereka mengetahui bentuk penghargaan di masa depan yang diwakili oleh tanda-tanda yang mereka terima. Suatu token economy yang dirancang akan baik dengan penggunaan motif-motif penguat yang dipilih oleh individu sendiri dibanding oleh yang dipilih staf.
  4. Suatu sistim yang digunakan untuk menukarkan token: perlu untuk difasilitasi suatu waktu dan tempat untuk menukarkan motif-motif penguat. Token menghargai dari tiap motif penguat ditentukan didasarkan pada nilai keuangan, permintaan, atau nilai terapik. Sebagai contoh, jika motif penguat itu adalah mahal atau sangat menarik, nilai token harus yang lebih tinggi. Jika nilai token diatur/tetapkan terlalu rendah, maka individu akan lebih sedikit yang termotivasi untuk mendapatkan token. Dan sebaliknya, jika nilai itu diatur terlalu tinggi, individu akan merasa takut atau ragu dalam mendapatkan token. Adalah penting untuk masing-masing individu dapat memeperoleh sedikitnya beberapa token.
  5. Suatu sistim untuk merekam data: Sebelum treatmen mulai, informasi (data umum) dikumpulkan tentang masing-masing perilaku yang dilakukan oleh individu. Perubahan perilaku kemudian direkam di lembar data keseharian. Informasi ini digunakan untuk mengukur kemajuan individu dan efektivitas dari token economy. Informasi mengenai pertukaran dari token juga perlu untuk direkam/catat.
  6. Implementasi konsistensi token economy oleh staf: Dalam suatu proses token economy untuk berhasil, semua fasilitator yang dilibatkan harus memberi penghargaan perilaku-perilaku yang sama, menggunakan jumlah yang sesuai dari token, menghindari motif penguat dibagikan dengan bebas, dan mencegah token dari pemalsua, mencuri, atau diperoleh secara tidak adil. Tanggung-jawab staf dan ketentuan-ketentuan token economy harus dijelaskan di suatu manual tertulis. staf juga perlu dievaluasi pada waktu tertentu dan diberi peluang itu untuk bertanya atau berpendapat.

Pada awalnya tanda-tanda sering diberikan dan di dalam sejumlah yang lebih tinggi, tetapi individu belajar untuk menunjukan perilaku yang diinginkan, lambat laun peluang untuk mendapatkan token dikurangi secara bertahap. (Jumlah dan frekuensi dari pembagian token disebut suatu jadwal penguatan). Misalnya di suatu kelas, masing-masing siswa boleh mendapatkan 25 sampai 75 token pada hari pertama, sehingga mereka dengan cepat belajar nilai dari token. Kemudian, para siswa boleh mendapatkan 15 sampai 30 tanda per hari. Secara berangsur-angsur mengurangi ketersediaan token (memudar), para siswa perlu belajar untuk tampilkan perilaku yang diinginkan dengan mandiri, tanpa pengaruh yang tidak wajar akibat penggunaan token. Motif penguat ini akan individu temukan secara normal di dalam masyarakat, seperti pujian lisan, perlu diberikan bersamaan dengan diberikannya token, penanaman perilaku ini dimaksudkan untuk membantu di dalam memudarnya proses token.

Keuntungan dari token economy adalah bahwa perilaku-perilaku yang ditunjukan individu dapat dihargai dengan segera, besarnya reward/hadiah adalah sama nilainya untuk semua individu dalam suatu kelompok, penggunaan dari hukuman (respon costs) lebih sedikit resikonya dibandingkan bentuk-bentuk hukuman yang lain, dan individu dapat belajar ketrampilan-ketrampilan yang berhubungan dengan masa depan. Kerugian-kerugian yang pantas dipertimbangkan dari token economy termasuk biaya, usaha dan pelatihan karyawan dan manajemen. Beberapa para profesional menemukan bahwa token economy bersifat tidak praktis dan memakan waktu.

Resiko

Resiko di dalam token economy adalah sama halnya dengan modifikasi perilaku yang lain. Staff dalam menerapkan treatment itu boleh dengan sengaja atau tidak sengaja dapat tidak memperhatikan apakah individu dengan rela menerima treatment. Token economy tidak perlu merampas(mencabut kebutuhan dasar mereka, seperti makanan yang cukup, selimut yang nyaman, atau peluang layak untuk kesenangan). Jika staff/orang tua tidak terlatih dengan baik bisa terjadi perilaku-perilaku yang diinginkan tidak diberikan rewards token sedangkan perilaku-perilaku yang tidak diinginkan bisa dihadiahi token, kekurangan ini dapat menghasilkan peningkatan perilaku negatif.

Bagaimana memulai Ekonomi Token

Apabila anda merasa perlu menerapkannya, perhatikan langkah-langkah sebagai berikut;

  1. langkah pertama adalah; mengenali dengan jelas tingkah laku yang akan diubah dengan ekonomi token. Ekonomi token dengan sukses mempengaruhi akademik, perilaku sosial dan kemampuan di dalam kelas. Definisikan perilaku tersebut secara spesifik, dapat diamati (observable) dan terukur supaya dapat menjaga konsistensi dalam implementasinya.
  2. Memulai Token

ntuk memulai token, perhatikan;

    1. pilih jenis token yang akan dipakai;

banyak benda yang dapat di pakai sebagai token. kita dapat menggunakan uang mainan, kelereng, kacang, kancing, sticker dan berbagai benda lain. Apabila anda menghadapi anak yang lebih kecil perhatikan keamanan token supaya tidak tidak terjadi anak menelan token atau memasukan dalam hidung atau telinga, maka anda perlu menggunakan objek yang dapat ditempel seperti stiker atau kertas lem. Yang perlu diingat dalam memilih token yaitu mudah untuk dihitung, sulit untuk dipalsukan dan aman untuk digunakan

    1. Pilih Penguat/Hadiah yang ditukar dengan token (reinforcer);

Kemudian kita dapat memilih hadiah yang dapat ditukar dengan token yang telah dkumpulkan. Hadiah ini tidak perlu mahal, uang saku tambahan mungkin atau bisa digunakan adalah waktu santai/ istimewa (privilage). Misalnya dengan memberikan atau membuatkan makanan kesukaan atau boleh menonton acara kesukaan di tivi.

    1. Hitung berapa nilai token untuk suatu perilaku

Kemudian anda perlu mengatur berapa nilai token untuk suatu perilaku yang diinginkan. Misalnya saja apabila di kelas yaitu tidak terlambat berharga 1 token, mengangkat tangan sebelum bertanya bernilai 1 token, atau mengerjakan PR bernilai 2 token, dapat mengerjakan semua soal bernilai 5 token. Apabila untuk orang tua di rumah misalnya membantu membuang sampah bernilai 2 token, membereskan tempat tidur bernilai 3 Token.

Anda dapat pula menerapkan apabila murid/ anak menunjukan perilaku yang negatif anda dapat mengambil sejumlah / sebagian token sebagai bentuk punishment. Namun anda harus memperhatikan perilaku apa yang jelas untuk dijadikan patokan sebagai hukuman.

    1. Berapa harga untuk Hadiah yang akan ditukar dengan token

Anda juga perlu mengatur berapa harga hadiah yang dapat ditukar dengan jumlah token. misalnya saja 100 token dapat ditukar dengan uang saku tambahan sejumlah Rp. 5000, menonton tivi kesukaan senilai 10 token, main game di komputer 10 token. anda perlu mengatur dan menjaga konsistensinya.

    1. Buatlah Bank Token

Anda perlu mengorganisasikan token untuk anak didik atau anak-anak anda. Anda perlu mencatat atau mengorganisasikannya sehingga teratur, oleh karena itu anda membutuhkan Bank Token. Bank Token dapat berbentuk Toples untuk token yang berupa kancing, kelereng, atau hal lain yang tidak dapat ditempel. Bisa pula berupa papan/ kertas yang dapat ditempel bisa pula papan tulis sehingga dapat leluasa mengganti jumlah token. supaya menghindari kecurangan dari anak didik bank token perlu ditempatkan di tempat yang dapat terlihat oleh semua anak.

    1. Tentukan kapan waktu kapan menukar tokennya

Menentukan kapan waktu untuk menukar token yang sudah dikumpulkan anak-anak. Anda perlu membuat kesepakatan dengan anak-anak kapan mereka dapat menukarkan token secara berkala.

  1. Implementasikan Program ini
    1. jelaskan Program Ini

pertama untuk dilakukan adalah anda harus menjelaskan bagaimana program ini akan berkerja, seluruh aspek ekonomi token akan anda jelaskan. Penting anda menjelaskan bagaimana dan kapan program ini akan memberikan dampak positif. Jelaskan pula mana ekonomi token yang akan dilakukan setiap hari dan mana ekonomi token yang berlaku pada waktu yang insidentil atau diperlukan. Hal ini akan memerlukan diskusi yang intens dan hati-hati, perlu juga dilakukan roleplaying untuk mendemonstrasikan program ini.

Apabila anda seorang guru sangat baik apabila orang tua murid mengetahui bagaimana program ini. Karena dukungan orang tua akan sangat mempengaruhi sistem ini bekerja.

    1. Berikan Token beserta Pujian

Saat mengimplementasikan ekonomi token, pujian harus selalu menyertai untuk perilaku positif yang diinginkan. Saat anak menunjukan perilaku yang diinginkan, Token dan pujian harus diberikan dengan cepat dan tidak boleh ditunda.

    1. Kurangi Token dan pertahankan Pujian.

Untuk perilaku baru yang positif token hendaknya diberikan, dengan dasar keterlanjutan. Token dikurangi apabila perilaku tersebut sudah mulai dimiliki oleh anak, namun pujian tetap diberikan sebagai penguatan apabila anak menunjukan perilaku yang benar. Token tetap diberikan untuk perilaku-perilaku baru yang harus dikuasai oleh anak. Hal ini dilakukan supaya anak tidak tergantung pada token sehingga anak dapat belajar pada kehidupan sosial sebenarnya.

    1. Buat Penyesuaian yang dibutuhkan

Untuk menjaga morivasi dan ketertarikan anak sesuaikan harga untuk hadiah yang akan ditukar dengan token, dan sesuaikan target tingkat kesulitan perilakuan. Hal ini perlu dilakukan supaya anak tertantang untuk terlibat dalam ekonomi token. apabila perilaku terlalu mudah atau terlalu sulit maka anak akan tidak termotivasi untuk terlibat aktif dalam program ekonomi token. Anda harus membuat keseimbangan di dalam program token sehingga sesuai dengan kemampuan, ketertarikan, dan motivasi anak-anak.

Beberapa Variasi Teknik

Ekonomi token dapat dimodifikasi atau diperbaiki dengan berbagai variasi yang diperlukan. Beberapa variasi yang dapat ditambahkan yaitu;

  1. Memperbolehkan anak menikmati hadiah (reinforcers) bersama teman sebayanya.
  2. pengelolaan program token ekonomi oleh anak-anak/murid
  3. Kombinasikan program ekonomi token dengan program level kelas. Semakin tinggi kelas maka token, tingkat kesulitan perilaku, dan pengelolaan dapat dikombinasikan dengan level pembinaan dan pendidikannya.
  4. kombinasikan dengan kelompok yang berbeda.

Anda dapat memodifikasi teknik ini sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Token ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran, ekonomi token membutuhkan waktu untuk dapat memberikan hasil yang diinginkan. Keterampilan mengelola ekonomi akan terasah dengan baik seiring dengan waktu dan keseriusan dari pelaksanan program.

Namun yang pasti adalah sediakan waktu yang cukup bersama anak anda. Program ini menuntut anda lebih dekat dengan anak/murid anda, program ini tidak akan berjalan tanpa adanya komunikasi yang baik antara guru/orang tua dengan murid/anak.

Semoga teknik ini dapat memperlengkapi kebutuhan anda dalam mendidik anak yang berkualitas.

Saya tahu dalam artikel ini belum sepenuhnya lengkap namun sedikit informasi ini semoga dapat berguna.

Anda boleh mengkopi, menggandakan, menambah, mengurangi, atau menyunting, namun ingat untuk menuliskan penulis dan referensinya.

Referensi:

Jenson, W. R., Sloane, H., & Young, R. (1988). Token economies. Applied behavior

analysis in education: A structured teaching approach. New York: Prentice Hall.

Sulzer-Azaroff, B., & Mayer, G. R. (1996). Applying behavior-analysis procedures with

children and youth. New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Alberto, P.A., & Troutman, A. C. (1986). Applied behavior analysis procedures for teachers:

Influencing student performance (4th ed.). Columbus, OH: Charles E. Merrill Publishing.

Walker, H. M., & Buckley, N. (1974). Token reinforcement techniques. Eugene, OR: E-B Press.

sumber : http://obedan.wimamadiun.com/2008/03/05/ekonomi-token-tips-mendidik-anak-kreatif/

About these ads

10 thoughts on “Ekonomi Token, Tips mendidik anak Kreatif

  1. Bisa dipakai untuk anak smp gak? Kalau bisa, token apa yg kira2 cocok?

    pertanyaan bagus dari mas suhadi aku coba cari jawabannya, makasih dah mampir

  2. tocen economy bisa di pake di pake di semua jenjang pendidikan koq asal disesuaikan dengan usia dan tingkatannya.. juga perilaku apa yang hendak di berikan tocen harus spesifik agar tidak rancu, diharap peraturan yang di buat ditulis dan dijadikan sebagai kontrak kelas dan yang lebih penting yaitu back up reinforcer nya sesuai dengan kondisi saat ini dan sesuai dengan kantong guru (bisa atas perjanjian guru dan murid)
    agar tidak menimbulkan satiasi kita juga harus memperhatikan kondisi siswa agar tidak terjadi pemborosan ataupun pengiritan (terkesan terlalu loman atau terlalu pelit) dalam pemberian tocen
    untuk lebih jelasnya guru berkoordinasi dulu dengan konselor di sekolah karena mereka paham hal itu

  3. saya mau minta masukan, bagaimana cara memberikan token ekonomi pada orang yg kecanduan napza atau yg sedang menjalani rehabilitasi???
    reinforcement seperti apa saja yang cocok dgn usia 26th? mohon bantuannya,trimakasih

  4. kak bagaimana kalau token ekonomi yang sudah kita tetapkan ternyata tidak berhasil pada anak. apakah token ekonomi tersebut perlu kita diskusikan, apa yang mereka inginkan, tapi jika itu sudah dilakukan dan tidak ada pengaruhnya, bangaimana? lalu apakah dengan pemberian token ekonomi anak pada akhirnya akan tergantung/ selalu mengaharapkan hadiah/ imbalan. bagaimana cara agar anak pada akhirnya anak tidak selalu mengharapkan imbalan atas perilaku yang diharapkan?

  5. hm…
    itu kelemahannya token ekonomi
    tapi bisa gunakan pendekatan yg lain
    silahkan cari referensinya
    maaf saya blum bisa bantu banyak
    sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s