Updates from May, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Statistik Nonparametrik 

    eko 6:19 am on May 11, 2008 Permalink | Reply

    Written by Raymond Tambunan

    Dalam perkembangan psikologi sebagai ilmu, dalam masa yang sangat panjang, bahkan sampai hari ini, psikologi berusaha agar dapat dipandang sebagai pendekatan yang ilmiah. Dalam atmosfer positivistik, salah satu usaha untuk menjadi lebih ilmiah adalah dengan melakukan pengukuran. Artinya, kualitas-kualitas psikologis manusia dicoba untuk diberikan atribut berupa angka, untuk kemudian diolah secara matematis / statistik.Namun tidak semua kondisi dalam pengukuran psikologi ideal untuk diterapkan pada semua teknik statistik, seperti: (More …)

     
    • emma 3:42 am on June 18, 2008 Permalink

      ito,saya lagi penelitian menggunakan nonparametrik judulnya “tinjauan keadaan suku bunga dan inflasi sebelum dansesudah krisis moneter di Indonesia. tapi saya bingung cara menguji keadaan suku bunga dan inflasi dengan menggunakan nonparametrik, kira – kira ada masukan ga untuk nyelesaikannya.thank you

      salam kenal, pertanyaan bagus aku coba jawab, nonparametrik adalah sebuah frame besar statistik, anda harus lihat jenis penelitian anda perbandingan, hubungan, atau pengaruh lengkap lewat email aja ya?
      download aja file modul statistik di blog ini liat didaftar isi klik modul statistik trus download aja file nya, isi mungkin sedikit membantu lengkap dengan contoh kasus

    • mirzal tawi 8:21 am on June 20, 2008 Permalink

      hello ray,bermanfaat sekali isi blognya…
      ada gak bahan tentang propensity score matching..?
      masukin donk ke blognya, saya perlu
      thanks……

      makasih dah kunjung semoga bermanfaat aku coba bales ke email ya

    • Saptono 9:15 am on July 18, 2008 Permalink

      Bang Ray yang baik, mau dong saya dikasih juga itu bahan tentang propensity score matching…. Itu lho Bang saya baru mau ngerjakan skripsi, nampaknya dari beberapa pustaka ada perlu analisis menggunakan prpopensity score matching gitu… Tolong yang Bang ya…., terma kasih sebelumnya.

      Salam,
      Saptono

    • risna 8:10 am on September 19, 2008 Permalink

      bang ray.. sekarang saya lagi ada penelitian yg berjudul “EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle, Lynn) MENGURANGI PRODUKSI EKSUDAT PURULEN LUKA INFEKSI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Strain Wistar) DIBANDINGKAN DENGAN POVIDONE IODINE 10%”. kalo saya pake analisa datanya dengan one way anova, kira2 cocok nggak ya?? alasannya?
      -makasih-

    • risna 8:11 am on September 19, 2008 Permalink

      oya,,yang dimaksud data berpasangan sama data bebas itu apa ya?

    • jenny 7:15 pm on December 10, 2008 Permalink

      dear ray, bs konsultasi ga yha? ada tugas kuliah buat laporan ttg paired sample gt.. simpel sih tp bingung tulis landasan teori nya gmn.. ada ym?

    • cari kerja 12:57 pm on January 2, 2009 Permalink

      mas landasan teori sampel berpasangan tu ky gmn y ?

  • Kumpulan Bahan Kuliah Statistik 

    eko 6:18 am on May 11, 2008 Permalink |
    Tags: Add new tag

    Untuk anda Mahasiswa atau praktisi Bimbingan Konseling perlu memahami statistik sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan dalam penelitian anda, oleh sebab itu saya berusaha membantu anda membuatkan modul statistik yang dapat anda download dan dipelajari secara mandiri. Modul ini merupakan modul mata kuliah statistik milik Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Lampung. semoga bermanfaat.

     
  • eko 7:17 am on May 10, 2008 Permalink | Reply

    green-new3Green Project adalah sebuah perusahaan pengembang Aplikasi Komputer bagi Profesi Konselor. Visi Misi nya adalah Memajukan Bimbingan Konseling di Indonesia. Green Project sebagai Support iT bagi Profesi Konselor di Indonesia. Semua produknya berorientasi pada aplikasi media komputer dalam membantu Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling. Perusahaan ini juga ikut mendukung program pemerintah menuju Indonesia Go Open Source. Perusahaan ini digagas oleh Eko Susanto Mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas Lampung. Kemudian pada tanggal 13 September 2007 Perusahaan ini melakukan Launching website mereka. Bagi Praktisi Bimbingan Konseling yang ingin mengembangkan layanan Bimbingan Konseling berbasis ICT dapat bekerjasama dengan Green Project.
    Kunjungi http://konselor.co.cc

    Produk-produk yang ditawarkan adalah :
    1. Layanan Informasi dan Database Bebasis Web (opensource).
    2. Home Page Cybercounseling (situs atau blog untuk Bimbingan dan Konseling Online).
    3. Pendampingan dalam mengembangkan media Layanan Bimbingan dan Konseling.
    4. Pengembangan Media E-Learning berbasis Flash khusus untuk Bimbingan dan Konseling.
    5. Pembuatan Media Presentasi Bimbingan Konseling.
    6. Instalasi Counseling Room based ICT.

    Kerja samanya selalu kami nanti.

     
    • n3tg33ks 4:11 am on June 17, 2008 Permalink

      Tekuni trus kk, semoga berhasil :D

      yo, makasih

    • azi 5:43 am on September 10, 2008 Permalink

      Senangnya menemukan blog yang sesuai dengan bidang yang saya geluti. Saya ingin sekali, materi-materi yang ada sampai di email saya.

  • Modul Statistik 

    eko 4:17 pm on May 3, 2008 Permalink | Reply

    Untuk anda Mahasiswa atau Praktisi Bimbingan Konseling tentu tidak asing dengan Statistik yang biasa digunakan sebagai alat bantu dalam mangambil keputusan, maka dengan ini saya mencoba membantu anda dengan menyediakan Modul Statistik. Modul ini merupakan bahan mata kuliah pada Program Studi Bimbingan Konseling di Universitas Lampung. Semoga bermanfaat semua file disajikan dalam format PDF dan dapat anda download disini. Untuk Download klik disini  materi-statistik2

     
    • fredy 2:07 pm on October 14, 2008 Permalink

      pengen kenalan ni mas eko, namaku fredy, asal dari pekalongan jateng, alumnus BK UNESA Surabaya. sekarang uda jadi guru BK.
      materi2 di blog anda sangat menarik, aq suka baca beberapa artikel tersebut.
      sebenernya aq juga baru belajar internet dan mulai belajar bikin blog. tapi hasilnya masih sangat sederhana, tapi aq akan berusaha terus biar lebih bagus.
      kalo boleh, share ilmunya dong biar blog q nanti biar bisa sebagus punya mas eko. makasih..

    • geralz 10:04 am on April 1, 2009 Permalink

      makasih banget yah bos

  • Kriteria Penulisan item 

    eko 5:18 pm on May 2, 2008 Permalink | Reply

    Untuk menuliskan item dengan baik, ada sejumlah kriteria seperti yang dikemukakan oleh Wang (1932), Thurstone (1929), Bird (1940), Edwards dan Kilpatrick (1948). Kriteria tersebut pada awalnya digunakan untuk menyusun skala sikap, namun akan juga membantu untuk menyusun item dari skala lain.

    Kriteria-kriteria penulisan item adalah sebagai berikut.

    1. Menghindari pernyataan yang lebih mengarah ke masa lalu, bukan masa sekarang.
    2. Menghindari pernyataan mengenai sesuatu sudah jelas jawabannya.
    3. Menghindari peryataan yang ambigu (memiliki banyak arti).
    4. Menghindari pernyataan yang tidak relevan dengan objek sikap yang dibahas.
    5. Menghindari pernyataan yang didukung oleh hampir semua orang atau hampir tidak ada yang mendukung.
    6. Membuat pernyataan yang dipercaya untuk mencakup secara keseluruhan minat dalam pembuatan skala sikap.
    7. Bahasa yang digunakan dalam sebuah pernyataan harus jelas, sederhana dan langsung.
    8. Pernyataan harus pendek, biasanya tidak lebih dari 20 kata.
    9. Setiap pernyataan haya memliki satu pemikiran saja.
    10. Menghindari pernyataan-peryataan yang mengandung unsur universal dan yang menciptakan ambiguitas, seperti semua, selalu, tidak ada, dan tidak pernah.
    11. Harus memperhatikan pernyataan-pernyataan yang menggunakan kata hanya, cuma, sering/melulu.
    12. Apabila mungkin, pernyataan harus dibuat dengan form kata-kata yang sederhana bukan dengan kata-kata yang menyulitkan.
    13. Menghindari penggunaan kata-kata yang tidak dapat dimengerti oleh responden.
    14. Menghindari pernyataan yang mengandung double negatives.
     
  • eko 5:17 pm on May 2, 2008 Permalink | Reply

    Analisis item adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menganalisis apakah item-item pada suatu alat tes telah memenuhi fungsinya, yaitu:

    • Mewakili domain tingkah laku
    • Memiliki derajat kesulitan yang tepat
    • Memiliki daya diskriminasi yang maksimal

    Menurut Kaplan & Saccuzzo (2005), analisis item adalah kegiatan mengevaluasi item-item alat tes. Dari kegiatan ini diharapkan didesain sebuah alat tes dengan jumlah item minimum, namun reliabilitas dan validitas yang maksimum.

    Analisis item dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.

    • Kualitatif; menyangkut keterwakilan tingkah laku domain menjadi item dalam alat tes (konten dan form)à content validity (menyangkut expert judgement)
    • Kuantitatif; dibagi menjadi item difficulty & item discriminant.
      • item difficulty merupakan presentase (proporsi) orang yang menjawab item dengan benar (P), sedangkan
      • item discriminant adalah perbandingan antara proporsi orang yang menjawab benar dalam kelompok upper dengan proporsi orang yang menjawab benar dalam kelompok lower. Perbedaan proporsi ini disebut sebagai index of discrimination (D).

    sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/analisis-item.html

     
    • mirzal tawi 8:26 am on June 20, 2008 Permalink

      kita kompakan nih….gambar setting blognya sama kek punya saya….maklum saya pemulajadi belum bisa ngerubah setting headernya

  • eko 5:15 pm on May 2, 2008 Permalink | Reply


    Reliabilitas adalah konsistensi alat tes yang dilihat dari skor dan z-score. Mengapa diperlukan kekonsistenan? Karena adanya perubahan-perubahan pada skor dan z-score yang disebabkan oleh ERROR. Terdapat dua macam error yaitu: systematic dan unsystematic error.

    Prosedur reliabilitas

    Pengujian reliabilitas dengan satu kali administrasi

    • Split half; Pengukuran reliabilitas alat ukur dilakukan dengan cara membelah alat tes tersebut menjadi dua bagian yang ekuivalen. Koefisien reliabilitas diperoleh dengan cara mengkorelasikan skor-skor antar dua belahan (internal consistency). Teknik pengujian reliabilitas dengan teknik ini dibagi menjadi dua, yaitu Rulon dan Spearman Brown.
    • Kuder Richardson; Mengukur konsistensi respon subjek pada item-item tes, sehingga disebut interitem consistency. Errornya disebut content sampling dan content heterogeneity sampling. Teknik pengujian reliabilitas dengan teknik ini dibagi menjadi dua, yaitu KR-20 dan KR-21.
    • Coefficient alpha; Tujuannya sama dengan KR, hanya saja syarat yang harus dipenuhi adalah data yang diperoleh bersifat kontinum dan bukan dikotomi.

    Pengujian reliabilitas dengan dua kali administrasi

    1. Tes-retes. Untuk melihat stabilitas atau kekonsistenan alat tes dalam mengukur karakteristik atau trait dengan melaksanakan tes dan pengukuran terdiri lebih dari satu kali (diulang). Koefisien korelasi yang dihasilkan disebut dengan coefficient of stability. Error pada uji reliabilitas dengan teknik ini disebut time sampling error.
    2. Alternate form: immediate alternate form & delayed alternate form. Untuk melihat stabilitas alat tes dalam mengukur trait individu dengan melaksanakan tes dan pengukuran lebih dari satu kali dan menggunakan dua form tes.
      • Immediate: form kedua diberikan langsung setelah form pertama diberikan. Koefisien korelasi yang dihasilkan disebut dengan coefficient of equivalence. Error pada teknik ini disebut sebagai content sampling & human error.
      • Delayed: ada penundaan pemberian form kedua setelah form pertama diberikan. Koefisiennya disebut sebagai coefficient of equivalence & stability. Error pada teknik ini disebut sebagai content sampling, time sampling, & human error.

    Interscorer reliability
    Tujuan dari uji reliabilitas ini adalah untuk menunjukkan konsistensi skor-skor yang diberikan skorer satu dengan skorer lainnya. Error yang muncul adalah interscorer differences.

    sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/reliabilitas.html

     
  • eko 5:14 pm on May 2, 2008 Permalink | Reply


    Validitas adalah ketepatan mengukur konstruk, menyangkut: “what the test measure and how well it does” (Anastasi, 1990), atau “apakah alat tes memenuhi fungsinya sebagai alat ukur psikologis?” (Nunnaly, 1978).

    Prosedur validitas

    • Criterion-related validation: memprediksi dan mendiagnosa.

    Criterion-related melihat validitas tes dalam memprediksi suatu tingkah laku. Criteria adalah tingkah laku yang hendak diramalkan. Jenis validitas ini dibagi menjadi dua yaitu, predictive dan concurrent. Predictive berguna untuk memprediksi suatu tingkah laku, memvalidasi tes-tes seleksi dan penempatan, yang kriterianya diambil setelah interval waktu tertentu. Concurrent digunakan untuk mendiagnosa suatu tingkah laku terutama kepribadian yang kriterianya diambil bersamaan dengan saat pengetesan.

    • Content-related validation: merepresentasikan materi (domain behavior)

    Sejauh mana peneliti yakin bahwa item-item sudah merepresentasikan sample tingkah laku à perlu batasan tingkah laku à definisi operasional à domain. Di dalamnya terdapat expert judgement.

    • Construct related validation: mengukur psychological traits

    Melihat sejauh sebuah tes tepat mengukur konstruk atau trait. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur validitas konstruk:

    1. Perubahan yang dipengaruhi perkembangan
    2. Korelasi dengan alat tes lain, yang dibagi menjadi alat tes baru dengan alat tes lama, dan korelasi alat tes baru dengan alat tes lain.
    3. Analisis factor
    4. Experimental intervention
    5. Human information processing
    6. Internal consistency
    7. Convergent – Discriminant validity

    sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/validitas.html

     
    • sherly 2:49 am on March 20, 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum………..
      Bagus SIH pak tapi kuarang komplit
      MAAF YA PAK…………..

  • eko 5:12 pm on May 2, 2008 Permalink | Reply


    Norma adalah penyebaran skor-skor dari suatu kelompok yang digunakan sebagai patokan untuk memberi makna pada skor-skor individu. Terdapat dua jenis norma, yaitu:

    1. norma perkembangan; digunakan untuk menginterpretasikan skor-skor pada tes-tes perkembangan. Norma perkembangan dibagi menjadi mental age, basal age, nilai rata-rata yang diperoleh kelompok umur tertentu, skala ordinal, criterion referenced testing, expectancy tables.
    2. norma kelompok (within-group norms); digunakan untuk mengetahui posisi subjek dalam distribusi sample normative. Sample normative adalah skor subjek dibandingkan dengan skor kelompok. Saat peneliti hendak menggambarkan posisi individu dengan cara membandingkan antar kemampuan dan kelompok, raw score harus ditransformasikan ke dalam skala yang sama. Macam-macam skala:
      • percentile rank
      • standard score, yang dibagi menjadi: z-score, t-scale, c-scale, stanine, deviation IQ

    sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/norma.html

     
  • Pengukuran 

    eko 5:09 pm on May 2, 2008 Permalink | Reply


    Apakah Anda pernah mengisi kuis yang disajikan di majalah-majalah? Atau, yang lebih formal, apakah Anda pernah mengisi kuesioner tentang suatu hal? Atau Anda pernah mengikuti tes psikologi di sekolah, ketika melamar pekerjaan, atau di biro psikologi tertentu?

    Nah contoh-contoh itu dapat digolongkan sebagai aktivitas pengukuran psikologi.

    Pengukuran itu sendiri, dapat didefinisikan sebagai berikut.

    • measurement is the assignment of numerals to object or events according to rules (Steven, 1946)
    • measurement is rules for assigning numbers to objects in such a way as to represent quantities of attributes (Nunnaly, 1970)

    Sedangkan pengukuran psikologi merupakan pengukuran dengan obyek psikologis tertentu. Objek pengukuran psikologi disebut sebagai psychological attributes atau psychological traits, yaitu ciri yang mewarnai atau melandasi perilaku.

    Perilaku sendiri merupakan ungkapan atau ekspresi dari ciri tersebut, yang dapat diobservasi. Namun tidak semua hal yang psikologis dapat diobservasi. Oleh karena itu dibutuhkan indikator-indikator yang memberikan tanda tentang (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel