8 cara ampuh membentuk habit

Membentuk suatu habit atau kebiasaan yang baik sering tidak mudah. Apalagi kalau habit tersebut merupakan ‘barang’ baru dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, saya ingin memulai habit baru: berolahraga lari atau bersepeda secara rutin. Wah, memulainya itu lho berat sekali. Selama ini saya lebih suka duduk-duduk di depan komputer, atau bermalas-malasan sambil menonton televisi, ketimbang harus bersimbah peluh dan ngos-ngosan.

Ketika akhirnya saya bisa memulainya, mempertahankan kegiatan tersebut agar menjadi habit juga menjadi tantangan tersendiri. Seringkali baru dicoba seminggu dua minggu, kemudian suatu kegiatan menjadi terhenti karena saya tidak menemukan alasan yang cukup kuat untuk terus melakukannya hingga kegiatan ini berubah menjadi sebuah habit. Padahal, menurut banyak blog produktivitas yang saya baca, untuk mengubah suatu kegiatan menjadi sebuah habit, maka lakukanlah kegiatan tersebut minimal selama 30 hari terus menerus.

So, untuk membentuk sebuah habit (yang baik), ada 2 proses besar yang harus dilewati: memulainya dan membentuknya menjadi sebuah habit. Tapi, bukan berarti kedua proses tersebut berat dan enggak bisa dilewati ya. Asal kita punya alasan yang cukup kuat untuk melakukannya, insya Allah kita semua bisa menjalani sebuah kegiatan secara konsisten hingga menjadi sebuah habit yang positif.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu kita membentuk sebuah habit.

  1. Pikirkan keuntungan dan kerugiannya. Saya menyontek petuah dari pak Tung Desem Waringin, jika ingin mencapai sebuah tujuan, selalu pikirkan hal-hal indah dan luar biasa yang bisa terjadi kalau tujuan itu bisa dicapai. Dan sebaliknya, pikirkan hal-hal yang enggak enak dan merugikan kalau sampai kita tidak mencapai tujuan tersebut. Pada pembentukan habit, usahakan selalu pikirkan hal luar biasa apa yang akan terjadi kalau kita berhasil membentuk suatu habit tertentu. Misalnya, Anda ingin mempunyai kebiasaan bangun pagi dan sholat subuh di mesjid. Maka, bayangkan bagaimana kebahagiaan dan ketenangan batin Anda ketika sholat subuh di mesjid tersebut sudah terbentuk menjadi sebuah habit. Stephen R. Covey menyebut ini sebagai habit ke-2: begin with the end in mind
  2. Cari mentor atau sumber inspirasi. Mentor atau sumber inspirasi ini bisa siapa saja dan tidak harus kita kenal secara personal. Mereka adalah orang-orang yang terbukti sukses dalam menjalankan suatu habit tertentu dan menikmati keuntungan dari habit tersebut. Misalnya, Anda sedang mencoba kebiasaan untuk menabung. Maka carilah orang-orang yang berhasil mengubah hidupnya dengan menabung secara cerdas. Lalu, ‘ikuti’ jejak langkahnya
  3. Publikasikan prosesnya. Ketika Anda baru memulai sebuah proses untuk membentuk sebuah habit, cobalah untuk woro-woro ke setiap orang: bisa istri dan anak, kerabat dekat, teman kantor, atau tuliskan melalui blog sehingga lebih banyak lagi orang yang tahu tentang proses pembentukan habit Anda. Nantinya otomatis akan timbul perasaan bahwa semua orang sedang ‘mengamati’ Anda dan perasaan tersebutlah yang memicu Anda untuk terus membentuk habit tersebut
  4. Bergabung dengan komunitas. Carilah komunitas yang berhubungan dengan habit yang sedang dibentuk. Misalnya, Anda ingin membentuk habit untuk bersepeda ke kantor secara rutin. Maka, bergabunglah dengan komunitas bike to work. Interaksi sosial dalam sebuah komunitas biasanya akan membuat spirit kita terjaga dalam melakukan suatu kegiatan atau habit. Selain itu, kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi berharga dari para anggota komunitas tersebut
  5. Buat kompetisi. Apabila Anda termasuk orang yang suka dengan persaingan atau kompetisi, cobalah ajak beberapa teman Anda untuk sama-sama melakukan kegiatan yang ingin dijadikan sebagai sebuah habit dan buatlah sebuah kompetisi kecil. Misalnya, Anda ingin membentuk sebuah habit dalam hal diet atau pengaturan makanan. Maka, tantanglah beberapa teman Anda untuk mematuhi diet tersebut hingga rentang waktu yang telah disepakati bersama. Pemenangnya adalah orang yang paling patuh dengan program-program dietnya
  6. Cari hal yang menyenangkan. Seringkali kita gagal membentuk sebuah habit karena kita tidak menemukan hal yang membuat kita happy dalam melakukannya. Maka cobalah cari hal yang menyenangkan dalam proses pembentukan sebuah habit tersebut. Apabila belum berhasil ditemukan, maka buatlah cara untuk membuatnya menjadi menyenangkan untuk dilakukan
  7. Buat sebuah goal dan rayakan. Buatlah sebuah target yang bisa diukur. Lalu, cobalah untuk mencapai target tersebut dan rayakan apabila berhasil. Contohnya begini: Anda ingin membentuk kebiasaan berenang secara rutin. Buatlah target bahwa Anda akan mencapai jarak tertentu dalam rentang waktu yang tertentu pula. Usahakan rentang waktunya itu minimal 30 hari atau lebih. Maka, ketika Anda berhasil memenuhi target yang sudah dicanangkan tersebut, rayakan kemenangan tersebut. Bisa dengan membeli baju renang baru, misalnya. Atau pergilah ke rumah makan kesayangan Anda. Dan yang paling penting, ketika target tadi sudah tercapai, mudah-mudahan berenang sudah menjadi salah satu habit Anda
  8. Beli peralatan pendukungnya. Cara ini sebenarnya tidak terlalu saya sarankan, tapi rasanya sering berhasil juga. Contoh gampangnya seperti ini: Anda ingin punya kebiasaan berlari pagi. Maka belilah sebuah sepatu lari baru dan kalau bisa yang paling canggih. Karena sepatu baru sudah terbeli, mahal pula, pasti sayang dong kalau tidak digunakan. Nah, otomatis nanti akan ada dorongan untuk berlari pagi secara rutin.

Silakan dicoba salah satu cara di atas. Semoga ada yang berhasil. Atau mungkin Anda punya tips lain yang bisa di-share? Please let me know.

Thumbnail diambil dari sini.

16 thoughts on “8 cara ampuh membentuk habit

  1. Kalau saya menjadikan kebiasaan dengan cara saya merasa jika tidak saya lakukan pasti ada kejadian negative yang akan terjadi keesokan harinya. Tetapi jika saya lakukan maka kemudahan yang akan saya peroleh. Dan itu sering terbukti sehingga selalu saya kerjakan dengan ikhlas yang lama kelamaan jadi kebiasaan (habit) semoga resep saya ini bermanfaat. Terima kasih

  2. Salam kenal untuk mas Eko
    aku seneng bgt dg adanya this blok.
    skrg aku dah disemester 7 n mo Nyusun Skripsi,
    mohon bimbingannya sekalian beri masukan buat judul nanti.
    mksh

  3. Bagus sekali tu mas, salam kenal saya kebetulan sekarang sebagai Konselor,dan merubah perilaku siswa yang menyimpang tu juga sulit.

  4. teruskan perjuangan semoga berhasil
    yg penting adalah proses dan usaha yg kita lakukan untuk perubahan itu sendiri
    sukses

  5. salam kenal ,saya masih kuliah di jurusan bimbingan konseling,masih banyak yang belum di mengerti ttg BK,mohon bantuannya ya mas eko,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s